Thursday, 25 October 2012

Jangan Guna Perkataan "KALAU"?


*tiada kena mengena dengan tajuk entry
Dulu, saya pernah terdengar dalam tv..tidak baik guna perkataan 'kalau'.. dan hati pun berkata :
"gunalah seandainya kah..jika kah..if kah.." 
Tapi, hakikatnya sama kan? dalam blog yg saya baca..dia kata, dia pernah terdengar dari seorang Ustazah yang menyatakan perkataan “kalau” boleh digunakan untuk perkara2 yang baik. Dan dia juga difahamkan sebelum ini perkataan “kalau” langsung tidak boleh digunakan. 



Jadi persoalannya, bilakah kita boleh menggunakan perkataan “kalau”?
Jawapan :

Perkataan ‘KALAU’ ada kalanya baik (dibolehkan malahan digalakkan), dan adakalanya dilarang syarak.

Penggunaan perkataan KALAU yg dilarang ialah: apabila berlaku sesuatu yg buruk atau nasib malang bagi seseorang, lalu dia pun berkata: “Kalau aku tak buat, takkan jadi macam ni…”, dan seumpamanya.

Penggunaan kalau seperti ini adalah amalan syaitan, sebagaimana dalam hadis sahih muslim menyebut: Nabi bersabda: “Jangan kamu berkata : Kalau aku buat begini, akan jadi begini. Tetapi katakanlah : ini takdir Allah, apa yg dia kehendaki akan berlaku. sesungguhnya ‘kalau’ membuka pintu syaitan.”

kenapa ‘kalau’ membuka pintu syaitan? kerana :

1) ia membuka pintu kesedihan, penyesalan, dan mungkin kebencian yg payah untuk dihilangkan.
2) ia merupakan satu adab yg buruk terhadap Allah yang mentaqdirkan setiap sesuatu.


Manakala penggunaan ‘kalau’ yang dibolehkan : ialah menggunakannya untuk mengajarkan ilmu, atau kebaikan, atau untuk bercita-cita untuk mendapatkan suatu yg baik. maka ia dibolehkan menyebut ‘kalau’.

Sebagaimana dalam quran dan hadis ada perkataan ‘kalau’ untuk mengajar. 

- Firman Allah maksudnya “Kalau di dalamnya (langit dan bumi) ada 'tuhan' lain selain Allah, maka hancur binasalah langit bumi ini.”

- Hadis Nabi dalam menyebut kisah Musa dan Khidir: “Kalau Musa sabar, nescaya Allah akan menceritakan lagi kepada kita tentang cerita mereka”

Daripada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahawa Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam pernah bersabda :

”Mukmin yang kuat lebih disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun pada kedua-duanya ada kebaikan. Berjaga-jagalah terhadap perkara yang boleh mendatangkan kebaikan kepada engkau, pintalah pertolongan daripada Allah. Sekiranya engkau ditimpa sesuatu musibah, maka jangan engkau berkata : ”KALAULAH aku lakukan begini maka sudah pasti lain yang berlaku. Tetapi katakanlah : ”Itu merupakan takdir Allah dan Dia melakukan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya ‘KALAU’ akan membukakan pintu amalan syaitan.” [Riwayat Muslim]

Sumber : Blog dari Ustaz Naim

Sunday, 21 October 2012

"Abang, tolong saya...."


Al-kisah seorang pemuda yang berjaya pulang ke kampungnya dengan kereta barunya Mercedes yang baru dibelinya. Pemuda tersebut memandu agak cepat untuk jalan di kampung.

Namun pemuda itu berhati-hati melihat jika ada kanak-kanak yang tetiba lari keluar daripada tepi jalan dan memperlahankan kereta jika ternampak sesuatu. 

Ketika kereta pemuda melalui jalan kampung yang cerun itu, tiada kanak-kanak yang keluar. Tetiba, ada sekeping bata yang terbaling ke pintu kereta Mercedes barunya.

Pemuda terus menekan brek dan gostan ke tempat di mana bata tersebut dibaling. Pemuda yang marah tersebut terus keluar dan menolak seorang kanak-kanak 12 tahun ke arah keretanya dan terus menjerit marah.

“Apa ini? Siapa kamu? Apa yang kamu buat? Ini kereta baru TAHU? Dan bata yang kau BALING ITU AKAN menyebabkan hilang banyak wang!!! MENGAPA kamu buat DEMIKIAN?? JAWAB!!!”

Budak tersebut memohon maaf….

“Abang… sorry… jangan marah… Saya minta maaf tapi saya tak tahu apa nak buat,” budak tersebut merayu.

“Saya membaling bata tersebut kerana tiada kereta lain yang hendak berhenti,” kata budak itu sambil menangis-ngangis teresak-esak…


Jari budak itu menunjukkan ke arah bawah cerun jalan tidak jauh daripada tempat kereta Mercedes pemuda itu dipark.

“Itu abang saya,” kata budak itu. “Abang saya termasuk cerun dan terhempas daripada kereta rodanya… dan saya tidak dapat mengangkat abang saya,” tambahnya dengan nada teresak-esak.

Sambil pipinya dipenuhi air mata dan hidung berhingus, budak itu merayu pemuda kaya tersebut, 

“Boleh abang tolong angkat abang saya naik ke kerusi rodanya. Abang saya sangat sakit tapi dia terlalu berat untuk saya angkat.”

Pemuda itu tersergam, terdiam dan tersentuh.

Menelan air liur dan meredakan bengkak tekak akibat menjerit, pemuda itu cepat-cepat pergi membantu abang budak yang cacat itu ke kerusi roda semula.

Pemuda kemudian mengeluarkan kain sapunya untuk mengelap luka abang budak tersebut dan memberitahu dia, “Jangan bimbang, semuanya ok.”

Budak yang dimarahinya tadi berkata, 

“Terima kasih abang… semoga Allah membalas hati baik abang.”

Terlalu terkejut dengan situasi tersebut, pemuda itu tidak berkata apa-apa sambil melihat budak itu menolak abangnya balik ke rumah.

Pemuda itu berjalan ke arah kereta Mercedesnya. Kesan kerosakan tampak jelas, tapi pemuda itu berkata pada dirinya, ia akan membiarkan kerosakan itu kekal di pintunya sebagai mesej mengingatkan diri – 

“Jangan lalu kehidupan dengan cepat sangat sehingga ada orang yang terpaksa membaling bata untuk mendapatkan perhatian kita!”

P/s : Allah sentiasa berada di sisi kita dan mendidik dan membisik ke jiwa dan hati kita. Apabila kita tiada masa untuk mendengarnya, Allah terpaksa membaling bata ke arah kita – supaya kita sedar dan berfikir.


Kredit : Dato' Tuan Ibrahim bin Tuan Man (Official)
By: LayarMinda

Tuesday, 16 October 2012

Jangan Kau Hapuskan Sendiri Amal Solehmu..!



Tidak sedikit di antara kita yang menuliskan pada statusnya di FB: ” Tahajjud sudah, dzikir sudah, baca al-Qur’an sudah. Sekarang apalagi ya?” Atau, menuliskan bahwa dia sudah makan ini dan minum itu untuk sahur, agar diketahui orang lain bahwa dia sedang mengerjakan puasa sunnah, atau mengatakan: “Wahh, jalanan jem, mesti berbuka di rumah nih”, atau dengan kalimat “Rasanya harus berbuka di jalan nih.”

Wahai para hamba Allah yang sedang meniti jalan menuju Rabbnya, janganlah luasnya rahmat dan ampunan Allah menjadikan kita merasa aman dari siksa dan adzab-Nya. Janganlah kita merasa bahwa segala amalan yang kita kerjakan pasti diterima oleh-Nya, siapakah yang boleh menjamin itu semua?

Allah Ta’ala berfirman:


وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka.” (Al-Mu’minuun: 60).

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan:
“Maksudnya, orang-orang yang memberikan pemberian itu khawatir dan takut tidak diterima amalannya, karena mereka merasa telah meremehkan dalam mengerjakan syarat-syaratnya.” [Tafsir Ibnu Katsir (3/234)]

Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang ayat di atas, maka beliau menjawab:
“Mereka adalah orang-orang yang berpuasa, bersedekah, shalat, dan mereka merasa khawatir tidak diterima amalannya.” [HR. Tirmidzi (no. 3175), Ibnu Majah (no. 4198), Ahmad (6/159), Al-Hakim (2/393), dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (no. 162)].


Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan permisalan tentang hangusnya (terhapusnya) amalan seorang hamba.


Firman Allah Ta’ala:

أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَنْ تَكُونَ لَهُ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ لَهُ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَأَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاءُ فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

“Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya.” (Al-Baqarah: 266)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Allah membuat permisalan tentang sebuah amalan.” Umar bertanya: “Amalan apa?” Beliau menawab: “Amalan ketaatan seorang yang kaya, kemudian Allah mengutus setan kepadanya hingga orang ituberbuat maksiat yang pada akhirnya setan menghanguskan amalannya.” [HR. Bukhari (no. 4538). Lihat Tafsir Ibnu Katsir (I/280)].



Maka kita harus mengetahui apa saja sebab-sebab yang dapat menghapuskan amal soleh sehingga kita pun boleh menghindarinya.

Di Antara Sebab-sebab yang Dapat Menghapuskan Amal Soleh Adalah:

1.  Syirik Kepada Allah.

Tidak diragukan lagi bahwa syirik akan menghapuskan seluruh amal shalih, sebagaimana dalam firman-Nya:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: ‘Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Az-Zumar: 65)


ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

” Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Al-An’aam: 88)

Aisyah radhiyallahu ‘anha suatu hari pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Abdullah bin Jud’an yang mati dalam keadaan syirik pada masa jahiliyah, akan tetapi dia orang yang baik, suka memberi makan, suka menolong orang yang teraniaya dan punya kebaikan yang banyak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:”Semua amalan itu tidak memberinya manfaat sedikit pun, karena dia tidak pernah mengatakan: ‘Wahai Rabbku, berilah ampunan atas kesalahan-kesalahanku pada hari kiamat kelak.” [HR. Muslim (no. 214)]


2. Riya’

Tidak diragukan lagi bahwa riya’ membatalkan dan menghapuskan amalan seorang hamba. Dalam sebuah hadits qudsi, (Allah berfirman):

“Aku paling kaya, tidak butuh tandingan dan sekutu. Barangsiapa beramal menyekutukan-Ku kepada yang lain, maka Aku tinggalkan amalannya dan tandingannya.” [HR. Muslim (no. 2985)]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan kepada kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya: “Apa yang dimaksud dengan syirik kecil?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Yaitu riya’.” [HR. Ahmad (5/428), Baihaqi (no. 6831), Baghawi dalam Syarhus Sunnah (4/201), dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (no. 951), Shahih Targhib (1/120)].

Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata:

“Ketahuilah bahwasanya amalan yang ditujukan kepada selain Allah bermacam-macam. Ada kalanya murni dipenuhi dengan riya’, tidaklah yang ia niatkan kecuali mencari perhatian orang demi meraih tujuan-tujuan duniawi, sebagaimana halnya orang-orang munafik di dalam shalat mereka. Allah Ta’ala berfirman: “Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ di hadapan manusia.” (An-Nisaa’: 142). Lanjutnya lagi: “Sesungguhnya ikhlas dalam ibadah sangat mulia. Amalan yang dipenuhi riya’ -tidak diragukan lagi bagi seorang muslim- sia-sia belaka, tidak bernilai, dan pelakunya berhak mendapat murka dan balasan dari Allah Ta’ala. Ada kalanya pula amalan itu ditujukan kepada Allah akan tetapi terkotori oleh riya’.” [Taisir Aziz Hamid (hal. 467)].

Sekadar contoh: Seseorang sedang melaksanakan puasa sunnah dengan niat semata-mata karena Allah. Tapi kemudian dia berkata agar diketahui oleh orang lain bahwa dia sedang berpuasa: “Enaknya buka puasa pakai apa ya?” Atau, ia menulis di status FB-nya bahwa ia telah melakukan amal soleh ini dan itu agar diketahui orang banyak bahwa ia melakukan amal soleh. Maka hanguslah amalnya.


3. Melakukan Apa yang Diharamkan Allah Ketika Sedang Sendirian

Berapa banyak di antara kita yang berani melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah, utamanya ketika sedang sendiri dan merasa tidak ada yang tahu, padahal telah mengetahui bahwa Allah Ta’ala adalah dzat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu.

Orang yang tetap nekad melakukan apa yang diharamkan Allah ketika sedang sendirian, maka akan terhapus amalnya berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Sungguh akan datang sekelompok kaum dari umatku pada hari kiamat dengan membawa kebaikan yang banyak semisal gunung yang amat besar. Allah menjadikan kebaikan mereka bagaikan debu yang bertebaran.” Tsauban radhiyallahu ‘anhu bertanya: “Terangkanlah sifat mereka kepada kami wahai Rasulullah, agar kami tidak seperti mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Mereka masih saudara kalian, dari jenis kalian, dan mereka mengambil bagian mereka di waktu malam sebagaimana kalian juga, hanya saja mereka apabila menyendiri menerjang keharaman Allah.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 4245), dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (no. 505)].


4.   Menyebut-nyebut Amalan Solehnya

Tidak diragukan lagi bahwa menyebut-nyebut amalan shalih dapat menghapuskan amal seorang hamba. Firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالأذَى كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لا يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu denganmenyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang seperti itu bagaikan batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 264).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada tiga golongan yang tidak dilihat oleh Allah pada hari kiamat, tidak disucikan-Nya, dan baginyaADZAB YANG PEDIH.” Para sahabat bertanya: “Terangkan sifat mereka kepada kami wahai Rasulullah, alangkah meruginya mereka.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Mereka adalah orang yang menjulurkan pakaiannya, orang yang suka menyebut-nyebut pemberian (amalan), dan orang yang melariskan barang dagangannya dengan sumpah palsu.” [HR. Muslim (no. 106)].

5.   Mendahului Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Dalam Perintahnya

Maksudnya adalah, janganlah seorang muslim melakukan amalan yang tidak diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebab hal itu termasuk perbuatan lancang terhadap beliau. Sebab syarat diterimanya amal adalah yang sesuai dengan petunjuknya, yaitu ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hujuraat: 1)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami maka tertolak.” [HR. Muslim (no. 1718)]

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Waspadalah anda dari ditolaknya amalan pada awal kali hanya karena menyelisihinya, engkau akan disiksa dengan berbaliknya hati ketika akan mati. Sebagaimana Allah berfirman: “Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur’an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.” (Al-An’aam: 110). (Lihat majalah At-Tauhid, Jumadal Ula 1427 H).


6. Bersumpah Atas Nama Allah Tanpa Ilmu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Dahulu kala ada dua orang dari kalangan Bani Israil yang saling berlawanan sifatnya. Salah satunya gemar berbuat dosa, sedangkan yang satunya lagi rajin beribadah. Yang rajin beribadah selalu mengawasi dan mengingatkan temannya agar menjauhi dosa. Sampai suatu hari, ia berkata kepada temannya: ‘Berhentilah berbuat dosa!’ Karena terlalu seringnya diingatkan, temannya yang sering bermaksiat itu berkata: ‘Biarkan aku begini. Apakah engkau diciptakan hanya untuk mengawasi aku terus?’ Yang rajin beribadah itu akhirnya berang dan berkata: ‘Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu!’ Atau ‘Demi Allah, Allah tidak akan memasukkanmu ke dalam surga!!’Akhirnya Allah mencabut arwah keduanya dan dikumpulkan di sisi-Nya. Allah berkata kepada orang yang rajin beribadah: ‘Apakah engkau tahu apa yang ada pada diri-Ku, ataukah engkau merasa mampu atas`apa yang ada di tangan-Ku?’ Allah berkata kepada yang berbuat dosa: ‘Masuklah engkau ke dalam surga karena rahmat-Ku.’ Dan Dia berkata kepada yang rajin beribadah: ‘Dan engkau masuklah ke dalam neraka!’ Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, orang ini telah mengucapkan perkataan yang membinasakan dunia dan akhiratnya.” [HR. Abu Dawud (no. 4901), Ahmad (2/323), dishahihkan oleh Ahmad Muhammad`Syakir dalam Syarh Musnad (no. 8275). Lihat pula al-Misykah (no. 2347).

Dari Jundub radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada orang yang berkata: ‘Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan.’ Maka Allah berkata: ‘Siapa yang bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak akan mengampuni si fulan, sungguh Aku telah mengampuninya dan Aku membatalkan amalanmu!” [HR. Muslim (no. 2621)]


7. Membenci Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Allah Ta’ala berfirman:

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (Muhammad: 9)

Yaitu karena mereka membenci apa yang dibawa oleh Rasul-Nya berupa Al-Qur’an yang isi kandungannya berupa tauhid dan hari kebangkitan, karena alasan itu maka Allah menghapuskan amal-amal kebajikan yang pernah mereka kerjakan. [Fathul Qadir (5/32)].


8. Tidak Mengerjakan Solat Asar

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang tidak mengerjakan shalat ashar, maka terhapuslah seluruh pahala amalannya pada hari itu.” (HR. Bukhari, An Nasaa-i dan Ibnu Majah)


9. Mendustakan Takdir

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Kalau seandainya Allah mengadzab penduduk langit dan bumi niscaya dia akan mengadzabnya sedang Dia tidak sedikit pun berbuat dzalim terhadap mereka, dan seandainya Dia merahmati mereka niscaya rahmat-Nya lebih baik dari amalan-amalan mereka. Seandainya seseorang menginfaqkan emas di jalan Allah sebesar Gunung Uhud, tidaklah Allah akan menerima infaq tersebut darimu sampai engkau beriman dengan takdir, dan ketahuilah bahwa apa yang (ditakdirkan) menimpamu tidak akan menyelisihimu, sedang apa yang (ditakdirkan) tidak menimpamu maka tida akan menimpamu, kalau seandainya engkau mati dalam keadaan mengimanai selalin ini (tidak beriman dengan takdir), niscaya engkau masuk neraka (Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah dan Ahmad, Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali berkata: hadits ini shahih).


10. Mendatangi Pelayan Setan (Dukun/Orang Pintar/Tukang Ramal/Paranormal/Membaca Ramalan Bintang)

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

”Barangsiapa mendatangi tukang ramal kemudian menanyakan tentang sesuatu, maka tidak diterima darinya shalat selama 40 hari.” (HR. Muslim)

Semoga kita termasuk orang-orang yang diberi kekuatan oleh Allah Ta’ala untuk menjauhi sebab-sebab yang dapat menghanguskan amal shalih sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Dan kita memohon kepada Allah Ta’ala, agar amalan yang kita kerjakan tercatat sebagai amalan yang shalih, yang diterima di sisi-Nya, amin.

Semoga bermanfaat…ingat, apa2 yang kita lakukan..kena IKHLAS dengan niat kerana Allah SWT..


Sumber : http://bloghidayah.wordpress.com/2012/04/02/jangan-kau-hanguskan-sendiri-amal-shalihmu/

Wednesday, 3 October 2012

Wahai Suamiku, telah kamu jadikan apa diriku?!


بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:
Kamu biarkan aku shalat tidak tepat waktu, bahkan terkadang tidak shalat, apalagi sampai shalat tahajjud..
Kamu biarkan aku jarang membaca Al Quran, bahkan terkadang ku tinggalkan Al Quran, apalagi sampai mengkhatamkannya..
Kamu biarkan aku terlalu sibuk dengan televisi, menonton dan mendengarkan hal-hal yang cenderung dosa dan kurang bermanfaat..
Kamu biarkan aku keluar dengan membuka aurat bahkan terkadang terlalu menggoda lelaki yang bukan mahramku..
Bukankah aku menikahimu dengan niat; agar aku lebih baik daripada sebelumnya, agar aku dididik oleh suamiku, karena Allah ta’ala berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا } [التحريم: 6]

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka….”QS. At Tahrim:6.
Wahai suamiku, telah kamu jadikan apa diriku?!
Kamu telah memasukkan ke dalam rumahmu barang-barang yang dengannya menggiringku ke dalam maksiat dan dosa.
Kamu telah membelikanku sesuatu yang dengannya aku sangat jauh dari ketaatan kepada Allah Ta’ala.
Wahai suamiku, tidakkah kamu takut masuk ke dalam hadits ini:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

Artinya: “Tidak ada seorang hamba yang Allah pimpinkan kepadanya orang-orang, ia meninggal dalam keadaan ia menipu orang-orang yang dipimpinnya, kecuali Allah Ta’ala telah mengharamkan atasnya surga.” HR. Muslim

Wahai suamiku, telah kamu jadikan apa diriku?!

Sekuntum Mawar 'tidak' Berduri


Sepasang 'Sweet Couple' sedang berjalan sambil berpegangan tangan..

GF : Awak.. awak betul ke sayang saya?

BF : Lautan api pun saya sanggup redah demi mencapai cinta awak..

GF : Sayang awak.

Mudir : ehem.. Lautan api pun sanggup diredah? lautan api Neraka sanggup x?

BF : Alamak!! Pengetua plak!

Mudir : kamu berdua pergi ke pejabat saya sekarang!

Di Pejabat Pengetua..

Mudir : Awak betul sayang GF awak tu?

BF: Sayang kot..

Mudir : Adakah lepas sekolah menengah awak akan bernikah dengannya..

BF : Tak.

Mudir : Kenapa?

BF : Sejahat-jahat lelaki, dia tetap akan memilih pasangan yang terbaik. Lelaki tidak mahu berkahwin dengan wanita yang mudah didapati.

Si BF pun beredar dan Si GF masuk ..

Mudir : Awak percaya BF awak akan berkahwin dengan awak?

GF : Saya percaya!!

Duhai kaum Hawa,
Jangan mudah percaya dengan janji palsu..
Jangan mudah percaya dengan kata2 manis
kerana.....
Janji-janji palsu itu akan ditemui kebenaran yang amat menyedihkan..
Kata-kata manis itu akan menjadi pahit dan amat menyakitkan..
Jadilah Sekuntum Mawar Berduri
yang Cantik dipandang,
Namun,
Sukar dicapai disebabkan duri yang mencucuk jari si pemetik..

-sumber saudari seislam-

Tuesday, 2 October 2012

Demi sayang..saya sanggup POLIGAMI



Pada suatu petang yang hening....


Suami : isteriku yang solehah, boleh abi cakap sekejap?

Isteri : boleh, ada apa bi...?

Suami : boleh tak abi nikah lagi mi?

Isteri : ehh, ape pulak tak boleh bi, umi sangat sokong niat abi, sebab itu dilakukan Rasulullah..so,   sudah pasti ia satu kebaikan asal abi boleh berlaku adil sebatas keadilan sebagai seorang manusia..

Suami : subhanallah , isteriku memang paling baik..

Isteri : hmm.. tapi ada syaratnya la abi..

Suami : apa tuh mi ?


Isteri : Rasulullah itu ibadahnya sangat luar biasa,kalau abi nak nikah lagi abi mesti contohi Rasulullah yg selalu mengerjakan solat tahajud dan dhuha serta solat sunat yg lain ..

Suami : oh, macam tu ye umi ? oke2 abi akan buat semua tu (demi bernikah lagi :D)

*beberapa bulan kemudian ..

Suami : umi ,abi tak pernah meninggalkan tahajud ,dhuha dan solat sunat selama 5 bulan ni.. so, abi boleh nikah lagi kan mi?

Isteri : hmm..subhanaAllah suamiku hebat ! tapi ada yg kurang lg la abi.. Rasulullah ni rajin puasa, abi pun mesti ikut Rasulullah puasa isnin-khamis dan puasa daud.. agar sempurna ikhtiarnya bi.. =)

Suami : macam tu ye mi ?,oke la kalau macam tu, abi akan puasa sunat (demi bernikah lagi.. :D aku rela ! )

*beberapa bulan kemudian ..

Suami : mi,abi dah puasa sunat selama 6 bulan ini, so abi boleh nikah kan mi?

Isteri : hmm,. tentu boleh abi sayang.. tapi untuk lebih menyempurnakannya abi harus jalankan kewajipan abi yang terakhir ..

Suami : apa lagi tuh umi??

Isteri : abi belum berjihad dan bergelar syahid.. abi pergi dulu ke palestin atau afghanistan dan syahid kat sana,.lepas tu abi boleh bernikah lagi bahkan umi izinkan dengan 72 orang sekaligus..semoga berjaya ya abi, nanti kenalkan umi dengan isteri-isteri abi dari kalangan bidadari... ^_^.

PESANAN
Sebelum kalian kaum laki-laki berpoligami, perbaiki lah diri.. jangan melakukan poligami kerana nafsu tapi berpoligami lah untuk ibadah kepada Allah.. wallahu'alam :'D




-Edit from post 'We love Islam'-