Thursday, 25 October 2012

Jangan Guna Perkataan "KALAU"?


*tiada kena mengena dengan tajuk entry
Dulu, saya pernah terdengar dalam tv..tidak baik guna perkataan 'kalau'.. dan hati pun berkata :
"gunalah seandainya kah..jika kah..if kah.." 
Tapi, hakikatnya sama kan? dalam blog yg saya baca..dia kata, dia pernah terdengar dari seorang Ustazah yang menyatakan perkataan “kalau” boleh digunakan untuk perkara2 yang baik. Dan dia juga difahamkan sebelum ini perkataan “kalau” langsung tidak boleh digunakan. 



Jadi persoalannya, bilakah kita boleh menggunakan perkataan “kalau”?
Jawapan :

Perkataan ‘KALAU’ ada kalanya baik (dibolehkan malahan digalakkan), dan adakalanya dilarang syarak.

Penggunaan perkataan KALAU yg dilarang ialah: apabila berlaku sesuatu yg buruk atau nasib malang bagi seseorang, lalu dia pun berkata: “Kalau aku tak buat, takkan jadi macam ni…”, dan seumpamanya.

Penggunaan kalau seperti ini adalah amalan syaitan, sebagaimana dalam hadis sahih muslim menyebut: Nabi bersabda: “Jangan kamu berkata : Kalau aku buat begini, akan jadi begini. Tetapi katakanlah : ini takdir Allah, apa yg dia kehendaki akan berlaku. sesungguhnya ‘kalau’ membuka pintu syaitan.”

kenapa ‘kalau’ membuka pintu syaitan? kerana :

1) ia membuka pintu kesedihan, penyesalan, dan mungkin kebencian yg payah untuk dihilangkan.
2) ia merupakan satu adab yg buruk terhadap Allah yang mentaqdirkan setiap sesuatu.


Manakala penggunaan ‘kalau’ yang dibolehkan : ialah menggunakannya untuk mengajarkan ilmu, atau kebaikan, atau untuk bercita-cita untuk mendapatkan suatu yg baik. maka ia dibolehkan menyebut ‘kalau’.

Sebagaimana dalam quran dan hadis ada perkataan ‘kalau’ untuk mengajar. 

- Firman Allah maksudnya “Kalau di dalamnya (langit dan bumi) ada 'tuhan' lain selain Allah, maka hancur binasalah langit bumi ini.”

- Hadis Nabi dalam menyebut kisah Musa dan Khidir: “Kalau Musa sabar, nescaya Allah akan menceritakan lagi kepada kita tentang cerita mereka”

Daripada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahawa Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam pernah bersabda :

”Mukmin yang kuat lebih disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun pada kedua-duanya ada kebaikan. Berjaga-jagalah terhadap perkara yang boleh mendatangkan kebaikan kepada engkau, pintalah pertolongan daripada Allah. Sekiranya engkau ditimpa sesuatu musibah, maka jangan engkau berkata : ”KALAULAH aku lakukan begini maka sudah pasti lain yang berlaku. Tetapi katakanlah : ”Itu merupakan takdir Allah dan Dia melakukan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya ‘KALAU’ akan membukakan pintu amalan syaitan.” [Riwayat Muslim]

Sumber : Blog dari Ustaz Naim

Sunday, 21 October 2012

"Abang, tolong saya...."


Al-kisah seorang pemuda yang berjaya pulang ke kampungnya dengan kereta barunya Mercedes yang baru dibelinya. Pemuda tersebut memandu agak cepat untuk jalan di kampung.

Namun pemuda itu berhati-hati melihat jika ada kanak-kanak yang tetiba lari keluar daripada tepi jalan dan memperlahankan kereta jika ternampak sesuatu. 

Ketika kereta pemuda melalui jalan kampung yang cerun itu, tiada kanak-kanak yang keluar. Tetiba, ada sekeping bata yang terbaling ke pintu kereta Mercedes barunya.

Pemuda terus menekan brek dan gostan ke tempat di mana bata tersebut dibaling. Pemuda yang marah tersebut terus keluar dan menolak seorang kanak-kanak 12 tahun ke arah keretanya dan terus menjerit marah.

“Apa ini? Siapa kamu? Apa yang kamu buat? Ini kereta baru TAHU? Dan bata yang kau BALING ITU AKAN menyebabkan hilang banyak wang!!! MENGAPA kamu buat DEMIKIAN?? JAWAB!!!”

Budak tersebut memohon maaf….

“Abang… sorry… jangan marah… Saya minta maaf tapi saya tak tahu apa nak buat,” budak tersebut merayu.

“Saya membaling bata tersebut kerana tiada kereta lain yang hendak berhenti,” kata budak itu sambil menangis-ngangis teresak-esak…


Jari budak itu menunjukkan ke arah bawah cerun jalan tidak jauh daripada tempat kereta Mercedes pemuda itu dipark.

“Itu abang saya,” kata budak itu. “Abang saya termasuk cerun dan terhempas daripada kereta rodanya… dan saya tidak dapat mengangkat abang saya,” tambahnya dengan nada teresak-esak.

Sambil pipinya dipenuhi air mata dan hidung berhingus, budak itu merayu pemuda kaya tersebut, 

“Boleh abang tolong angkat abang saya naik ke kerusi rodanya. Abang saya sangat sakit tapi dia terlalu berat untuk saya angkat.”

Pemuda itu tersergam, terdiam dan tersentuh.

Menelan air liur dan meredakan bengkak tekak akibat menjerit, pemuda itu cepat-cepat pergi membantu abang budak yang cacat itu ke kerusi roda semula.

Pemuda kemudian mengeluarkan kain sapunya untuk mengelap luka abang budak tersebut dan memberitahu dia, “Jangan bimbang, semuanya ok.”

Budak yang dimarahinya tadi berkata, 

“Terima kasih abang… semoga Allah membalas hati baik abang.”

Terlalu terkejut dengan situasi tersebut, pemuda itu tidak berkata apa-apa sambil melihat budak itu menolak abangnya balik ke rumah.

Pemuda itu berjalan ke arah kereta Mercedesnya. Kesan kerosakan tampak jelas, tapi pemuda itu berkata pada dirinya, ia akan membiarkan kerosakan itu kekal di pintunya sebagai mesej mengingatkan diri – 

“Jangan lalu kehidupan dengan cepat sangat sehingga ada orang yang terpaksa membaling bata untuk mendapatkan perhatian kita!”

P/s : Allah sentiasa berada di sisi kita dan mendidik dan membisik ke jiwa dan hati kita. Apabila kita tiada masa untuk mendengarnya, Allah terpaksa membaling bata ke arah kita – supaya kita sedar dan berfikir.


Kredit : Dato' Tuan Ibrahim bin Tuan Man (Official)
By: LayarMinda

Tuesday, 16 October 2012

Jangan Kau Hapuskan Sendiri Amal Solehmu..!



Tidak sedikit di antara kita yang menuliskan pada statusnya di FB: ” Tahajjud sudah, dzikir sudah, baca al-Qur’an sudah. Sekarang apalagi ya?” Atau, menuliskan bahwa dia sudah makan ini dan minum itu untuk sahur, agar diketahui orang lain bahwa dia sedang mengerjakan puasa sunnah, atau mengatakan: “Wahh, jalanan jem, mesti berbuka di rumah nih”, atau dengan kalimat “Rasanya harus berbuka di jalan nih.”

Wahai para hamba Allah yang sedang meniti jalan menuju Rabbnya, janganlah luasnya rahmat dan ampunan Allah menjadikan kita merasa aman dari siksa dan adzab-Nya. Janganlah kita merasa bahwa segala amalan yang kita kerjakan pasti diterima oleh-Nya, siapakah yang boleh menjamin itu semua?

Allah Ta’ala berfirman:


وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka.” (Al-Mu’minuun: 60).

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan:
“Maksudnya, orang-orang yang memberikan pemberian itu khawatir dan takut tidak diterima amalannya, karena mereka merasa telah meremehkan dalam mengerjakan syarat-syaratnya.” [Tafsir Ibnu Katsir (3/234)]

Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang ayat di atas, maka beliau menjawab:
“Mereka adalah orang-orang yang berpuasa, bersedekah, shalat, dan mereka merasa khawatir tidak diterima amalannya.” [HR. Tirmidzi (no. 3175), Ibnu Majah (no. 4198), Ahmad (6/159), Al-Hakim (2/393), dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (no. 162)].


Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan permisalan tentang hangusnya (terhapusnya) amalan seorang hamba.


Firman Allah Ta’ala:

أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَنْ تَكُونَ لَهُ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ لَهُ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَأَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاءُ فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

“Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya.” (Al-Baqarah: 266)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Allah membuat permisalan tentang sebuah amalan.” Umar bertanya: “Amalan apa?” Beliau menawab: “Amalan ketaatan seorang yang kaya, kemudian Allah mengutus setan kepadanya hingga orang ituberbuat maksiat yang pada akhirnya setan menghanguskan amalannya.” [HR. Bukhari (no. 4538). Lihat Tafsir Ibnu Katsir (I/280)].



Maka kita harus mengetahui apa saja sebab-sebab yang dapat menghapuskan amal soleh sehingga kita pun boleh menghindarinya.

Di Antara Sebab-sebab yang Dapat Menghapuskan Amal Soleh Adalah:

1.  Syirik Kepada Allah.

Tidak diragukan lagi bahwa syirik akan menghapuskan seluruh amal shalih, sebagaimana dalam firman-Nya:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: ‘Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Az-Zumar: 65)


ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

” Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Al-An’aam: 88)

Aisyah radhiyallahu ‘anha suatu hari pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Abdullah bin Jud’an yang mati dalam keadaan syirik pada masa jahiliyah, akan tetapi dia orang yang baik, suka memberi makan, suka menolong orang yang teraniaya dan punya kebaikan yang banyak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:”Semua amalan itu tidak memberinya manfaat sedikit pun, karena dia tidak pernah mengatakan: ‘Wahai Rabbku, berilah ampunan atas kesalahan-kesalahanku pada hari kiamat kelak.” [HR. Muslim (no. 214)]


2. Riya’

Tidak diragukan lagi bahwa riya’ membatalkan dan menghapuskan amalan seorang hamba. Dalam sebuah hadits qudsi, (Allah berfirman):

“Aku paling kaya, tidak butuh tandingan dan sekutu. Barangsiapa beramal menyekutukan-Ku kepada yang lain, maka Aku tinggalkan amalannya dan tandingannya.” [HR. Muslim (no. 2985)]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan kepada kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya: “Apa yang dimaksud dengan syirik kecil?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Yaitu riya’.” [HR. Ahmad (5/428), Baihaqi (no. 6831), Baghawi dalam Syarhus Sunnah (4/201), dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (no. 951), Shahih Targhib (1/120)].

Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata:

“Ketahuilah bahwasanya amalan yang ditujukan kepada selain Allah bermacam-macam. Ada kalanya murni dipenuhi dengan riya’, tidaklah yang ia niatkan kecuali mencari perhatian orang demi meraih tujuan-tujuan duniawi, sebagaimana halnya orang-orang munafik di dalam shalat mereka. Allah Ta’ala berfirman: “Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ di hadapan manusia.” (An-Nisaa’: 142). Lanjutnya lagi: “Sesungguhnya ikhlas dalam ibadah sangat mulia. Amalan yang dipenuhi riya’ -tidak diragukan lagi bagi seorang muslim- sia-sia belaka, tidak bernilai, dan pelakunya berhak mendapat murka dan balasan dari Allah Ta’ala. Ada kalanya pula amalan itu ditujukan kepada Allah akan tetapi terkotori oleh riya’.” [Taisir Aziz Hamid (hal. 467)].

Sekadar contoh: Seseorang sedang melaksanakan puasa sunnah dengan niat semata-mata karena Allah. Tapi kemudian dia berkata agar diketahui oleh orang lain bahwa dia sedang berpuasa: “Enaknya buka puasa pakai apa ya?” Atau, ia menulis di status FB-nya bahwa ia telah melakukan amal soleh ini dan itu agar diketahui orang banyak bahwa ia melakukan amal soleh. Maka hanguslah amalnya.


3. Melakukan Apa yang Diharamkan Allah Ketika Sedang Sendirian

Berapa banyak di antara kita yang berani melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah, utamanya ketika sedang sendiri dan merasa tidak ada yang tahu, padahal telah mengetahui bahwa Allah Ta’ala adalah dzat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu.

Orang yang tetap nekad melakukan apa yang diharamkan Allah ketika sedang sendirian, maka akan terhapus amalnya berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Sungguh akan datang sekelompok kaum dari umatku pada hari kiamat dengan membawa kebaikan yang banyak semisal gunung yang amat besar. Allah menjadikan kebaikan mereka bagaikan debu yang bertebaran.” Tsauban radhiyallahu ‘anhu bertanya: “Terangkanlah sifat mereka kepada kami wahai Rasulullah, agar kami tidak seperti mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Mereka masih saudara kalian, dari jenis kalian, dan mereka mengambil bagian mereka di waktu malam sebagaimana kalian juga, hanya saja mereka apabila menyendiri menerjang keharaman Allah.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 4245), dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (no. 505)].


4.   Menyebut-nyebut Amalan Solehnya

Tidak diragukan lagi bahwa menyebut-nyebut amalan shalih dapat menghapuskan amal seorang hamba. Firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالأذَى كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لا يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu denganmenyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang seperti itu bagaikan batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 264).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada tiga golongan yang tidak dilihat oleh Allah pada hari kiamat, tidak disucikan-Nya, dan baginyaADZAB YANG PEDIH.” Para sahabat bertanya: “Terangkan sifat mereka kepada kami wahai Rasulullah, alangkah meruginya mereka.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Mereka adalah orang yang menjulurkan pakaiannya, orang yang suka menyebut-nyebut pemberian (amalan), dan orang yang melariskan barang dagangannya dengan sumpah palsu.” [HR. Muslim (no. 106)].

5.   Mendahului Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Dalam Perintahnya

Maksudnya adalah, janganlah seorang muslim melakukan amalan yang tidak diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebab hal itu termasuk perbuatan lancang terhadap beliau. Sebab syarat diterimanya amal adalah yang sesuai dengan petunjuknya, yaitu ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hujuraat: 1)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami maka tertolak.” [HR. Muslim (no. 1718)]

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Waspadalah anda dari ditolaknya amalan pada awal kali hanya karena menyelisihinya, engkau akan disiksa dengan berbaliknya hati ketika akan mati. Sebagaimana Allah berfirman: “Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur’an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.” (Al-An’aam: 110). (Lihat majalah At-Tauhid, Jumadal Ula 1427 H).


6. Bersumpah Atas Nama Allah Tanpa Ilmu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Dahulu kala ada dua orang dari kalangan Bani Israil yang saling berlawanan sifatnya. Salah satunya gemar berbuat dosa, sedangkan yang satunya lagi rajin beribadah. Yang rajin beribadah selalu mengawasi dan mengingatkan temannya agar menjauhi dosa. Sampai suatu hari, ia berkata kepada temannya: ‘Berhentilah berbuat dosa!’ Karena terlalu seringnya diingatkan, temannya yang sering bermaksiat itu berkata: ‘Biarkan aku begini. Apakah engkau diciptakan hanya untuk mengawasi aku terus?’ Yang rajin beribadah itu akhirnya berang dan berkata: ‘Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu!’ Atau ‘Demi Allah, Allah tidak akan memasukkanmu ke dalam surga!!’Akhirnya Allah mencabut arwah keduanya dan dikumpulkan di sisi-Nya. Allah berkata kepada orang yang rajin beribadah: ‘Apakah engkau tahu apa yang ada pada diri-Ku, ataukah engkau merasa mampu atas`apa yang ada di tangan-Ku?’ Allah berkata kepada yang berbuat dosa: ‘Masuklah engkau ke dalam surga karena rahmat-Ku.’ Dan Dia berkata kepada yang rajin beribadah: ‘Dan engkau masuklah ke dalam neraka!’ Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, orang ini telah mengucapkan perkataan yang membinasakan dunia dan akhiratnya.” [HR. Abu Dawud (no. 4901), Ahmad (2/323), dishahihkan oleh Ahmad Muhammad`Syakir dalam Syarh Musnad (no. 8275). Lihat pula al-Misykah (no. 2347).

Dari Jundub radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada orang yang berkata: ‘Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan.’ Maka Allah berkata: ‘Siapa yang bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak akan mengampuni si fulan, sungguh Aku telah mengampuninya dan Aku membatalkan amalanmu!” [HR. Muslim (no. 2621)]


7. Membenci Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Allah Ta’ala berfirman:

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (Muhammad: 9)

Yaitu karena mereka membenci apa yang dibawa oleh Rasul-Nya berupa Al-Qur’an yang isi kandungannya berupa tauhid dan hari kebangkitan, karena alasan itu maka Allah menghapuskan amal-amal kebajikan yang pernah mereka kerjakan. [Fathul Qadir (5/32)].


8. Tidak Mengerjakan Solat Asar

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang tidak mengerjakan shalat ashar, maka terhapuslah seluruh pahala amalannya pada hari itu.” (HR. Bukhari, An Nasaa-i dan Ibnu Majah)


9. Mendustakan Takdir

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Kalau seandainya Allah mengadzab penduduk langit dan bumi niscaya dia akan mengadzabnya sedang Dia tidak sedikit pun berbuat dzalim terhadap mereka, dan seandainya Dia merahmati mereka niscaya rahmat-Nya lebih baik dari amalan-amalan mereka. Seandainya seseorang menginfaqkan emas di jalan Allah sebesar Gunung Uhud, tidaklah Allah akan menerima infaq tersebut darimu sampai engkau beriman dengan takdir, dan ketahuilah bahwa apa yang (ditakdirkan) menimpamu tidak akan menyelisihimu, sedang apa yang (ditakdirkan) tidak menimpamu maka tida akan menimpamu, kalau seandainya engkau mati dalam keadaan mengimanai selalin ini (tidak beriman dengan takdir), niscaya engkau masuk neraka (Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah dan Ahmad, Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali berkata: hadits ini shahih).


10. Mendatangi Pelayan Setan (Dukun/Orang Pintar/Tukang Ramal/Paranormal/Membaca Ramalan Bintang)

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

”Barangsiapa mendatangi tukang ramal kemudian menanyakan tentang sesuatu, maka tidak diterima darinya shalat selama 40 hari.” (HR. Muslim)

Semoga kita termasuk orang-orang yang diberi kekuatan oleh Allah Ta’ala untuk menjauhi sebab-sebab yang dapat menghanguskan amal shalih sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Dan kita memohon kepada Allah Ta’ala, agar amalan yang kita kerjakan tercatat sebagai amalan yang shalih, yang diterima di sisi-Nya, amin.

Semoga bermanfaat…ingat, apa2 yang kita lakukan..kena IKHLAS dengan niat kerana Allah SWT..


Sumber : http://bloghidayah.wordpress.com/2012/04/02/jangan-kau-hanguskan-sendiri-amal-shalihmu/

Wednesday, 3 October 2012

Wahai Suamiku, telah kamu jadikan apa diriku?!


بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:
Kamu biarkan aku shalat tidak tepat waktu, bahkan terkadang tidak shalat, apalagi sampai shalat tahajjud..
Kamu biarkan aku jarang membaca Al Quran, bahkan terkadang ku tinggalkan Al Quran, apalagi sampai mengkhatamkannya..
Kamu biarkan aku terlalu sibuk dengan televisi, menonton dan mendengarkan hal-hal yang cenderung dosa dan kurang bermanfaat..
Kamu biarkan aku keluar dengan membuka aurat bahkan terkadang terlalu menggoda lelaki yang bukan mahramku..
Bukankah aku menikahimu dengan niat; agar aku lebih baik daripada sebelumnya, agar aku dididik oleh suamiku, karena Allah ta’ala berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا } [التحريم: 6]

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka….”QS. At Tahrim:6.
Wahai suamiku, telah kamu jadikan apa diriku?!
Kamu telah memasukkan ke dalam rumahmu barang-barang yang dengannya menggiringku ke dalam maksiat dan dosa.
Kamu telah membelikanku sesuatu yang dengannya aku sangat jauh dari ketaatan kepada Allah Ta’ala.
Wahai suamiku, tidakkah kamu takut masuk ke dalam hadits ini:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

Artinya: “Tidak ada seorang hamba yang Allah pimpinkan kepadanya orang-orang, ia meninggal dalam keadaan ia menipu orang-orang yang dipimpinnya, kecuali Allah Ta’ala telah mengharamkan atasnya surga.” HR. Muslim

Wahai suamiku, telah kamu jadikan apa diriku?!

Sekuntum Mawar 'tidak' Berduri


Sepasang 'Sweet Couple' sedang berjalan sambil berpegangan tangan..

GF : Awak.. awak betul ke sayang saya?

BF : Lautan api pun saya sanggup redah demi mencapai cinta awak..

GF : Sayang awak.

Mudir : ehem.. Lautan api pun sanggup diredah? lautan api Neraka sanggup x?

BF : Alamak!! Pengetua plak!

Mudir : kamu berdua pergi ke pejabat saya sekarang!

Di Pejabat Pengetua..

Mudir : Awak betul sayang GF awak tu?

BF: Sayang kot..

Mudir : Adakah lepas sekolah menengah awak akan bernikah dengannya..

BF : Tak.

Mudir : Kenapa?

BF : Sejahat-jahat lelaki, dia tetap akan memilih pasangan yang terbaik. Lelaki tidak mahu berkahwin dengan wanita yang mudah didapati.

Si BF pun beredar dan Si GF masuk ..

Mudir : Awak percaya BF awak akan berkahwin dengan awak?

GF : Saya percaya!!

Duhai kaum Hawa,
Jangan mudah percaya dengan janji palsu..
Jangan mudah percaya dengan kata2 manis
kerana.....
Janji-janji palsu itu akan ditemui kebenaran yang amat menyedihkan..
Kata-kata manis itu akan menjadi pahit dan amat menyakitkan..
Jadilah Sekuntum Mawar Berduri
yang Cantik dipandang,
Namun,
Sukar dicapai disebabkan duri yang mencucuk jari si pemetik..

-sumber saudari seislam-

Tuesday, 2 October 2012

Demi sayang..saya sanggup POLIGAMI



Pada suatu petang yang hening....


Suami : isteriku yang solehah, boleh abi cakap sekejap?

Isteri : boleh, ada apa bi...?

Suami : boleh tak abi nikah lagi mi?

Isteri : ehh, ape pulak tak boleh bi, umi sangat sokong niat abi, sebab itu dilakukan Rasulullah..so,   sudah pasti ia satu kebaikan asal abi boleh berlaku adil sebatas keadilan sebagai seorang manusia..

Suami : subhanallah , isteriku memang paling baik..

Isteri : hmm.. tapi ada syaratnya la abi..

Suami : apa tuh mi ?


Isteri : Rasulullah itu ibadahnya sangat luar biasa,kalau abi nak nikah lagi abi mesti contohi Rasulullah yg selalu mengerjakan solat tahajud dan dhuha serta solat sunat yg lain ..

Suami : oh, macam tu ye umi ? oke2 abi akan buat semua tu (demi bernikah lagi :D)

*beberapa bulan kemudian ..

Suami : umi ,abi tak pernah meninggalkan tahajud ,dhuha dan solat sunat selama 5 bulan ni.. so, abi boleh nikah lagi kan mi?

Isteri : hmm..subhanaAllah suamiku hebat ! tapi ada yg kurang lg la abi.. Rasulullah ni rajin puasa, abi pun mesti ikut Rasulullah puasa isnin-khamis dan puasa daud.. agar sempurna ikhtiarnya bi.. =)

Suami : macam tu ye mi ?,oke la kalau macam tu, abi akan puasa sunat (demi bernikah lagi.. :D aku rela ! )

*beberapa bulan kemudian ..

Suami : mi,abi dah puasa sunat selama 6 bulan ini, so abi boleh nikah kan mi?

Isteri : hmm,. tentu boleh abi sayang.. tapi untuk lebih menyempurnakannya abi harus jalankan kewajipan abi yang terakhir ..

Suami : apa lagi tuh umi??

Isteri : abi belum berjihad dan bergelar syahid.. abi pergi dulu ke palestin atau afghanistan dan syahid kat sana,.lepas tu abi boleh bernikah lagi bahkan umi izinkan dengan 72 orang sekaligus..semoga berjaya ya abi, nanti kenalkan umi dengan isteri-isteri abi dari kalangan bidadari... ^_^.

PESANAN
Sebelum kalian kaum laki-laki berpoligami, perbaiki lah diri.. jangan melakukan poligami kerana nafsu tapi berpoligami lah untuk ibadah kepada Allah.. wallahu'alam :'D




-Edit from post 'We love Islam'-

Monday, 17 September 2012

Sport of Love?


Bermulanya hidup di ipg, maka bermula lah satu cabaran yang mesti aku hadapi iaitu SUKAN! Sukan tu apa?? huh! (mengeluh) sepanjang 3 sem ni..saya telah bermain banyak permainan..bola baling..bola tampar..bola keranjang..hoki..tenis..brapa semuanya? ada 1, 2, 3, 4, 5..macam tak percaya julianah main semua ni..ini bukan saya..saya tidak rasa ini diri saya yang dulu..manusia berubah..tapi, tak semua perubahan yg ada atas kehendak kita sendiri.."kita merancang, Tuhan yang menentukan.."how many times aku dengar ayat ni..saya pasrah, tapi, saya tak redha.. #astaghfirullahalazim..bersyukurlah, ada hikmah dsebalik semua ini.. betullll!! ada hikmah..buktinya, saya mulai mencintai alam sukan :D yakah?? tipu dosa masuk neraka..... 

Saya : ada gaya Maria Sharapova tak??
Dia : erk?? gaya macam Lee Chong Wei adalah..


Di antara semua sukan yang aku pernah main, permainan tenis lah yg paling besz!! main macam main badminton..ingat lagi Encik lecturer tu cakap "kamu cepat pandai" erk?? tak kan ekspresi muka aku yg cool masa dia ajar tu ditafsirkan lain..huhh!! saya   boleh faham teori..tapi praktikal tu tidak boleh encik..Second main hoki..hahahah!  first tengok permainan ni macam kasar saja..bahaya pulak tu..tapi, bila mula main..rasanya, permainan ni tidaklah bahaya..adoii!! terkena kaki..PBSM2X!! no answer... 


PASUKAN HOKI KEBANGSAAN!! ko ada??
Barisan  pemain tenis yang profesional. #konon! pegang raket tenis pun FAIL!

Saturday, 15 September 2012

Sempurnakah Imanku? dia? dan kamu?


Al-Quran..
Dalam rukun Iman, kita kena beriman dengan Al-Quran..
berkata mengenai Al-Quran, bertanya pada diri..sudah beriman kah diri ini?? dalam surah Al-Anfal ayat kedua..

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman (yang sempurna imannya) adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gementar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal"

Astaghfirullahalazim..betapa besarnya impak ayat ini kepada aku..gementarkah hati ini pabila disebutkan nama Allah? rasa bertambahkah iman ini tatkala dibacakan ayat-ayat Al-Quran?? Muhasabah diri sebentar...

"Wahai pembaca yg patut dikasihani dan tidak berdaya! Apa yang engkau dapat dari membaca al-Quran hanyalah berupa gerakan lidah. Seandainya engkau merenungkan apa yang engkau baca, maka hatimu akan hancur oleh apa yang membuat rambut Rasullullah s.a.w beruban. Tetapi kalau engkau sudah merasa cukup puas hanya sekadar menggerakkan lidah, engkau tidak memperolehi buah al-Quran " – Imam Al Ghazali (dzikr al-maut wa ma ba’dahu -ihya ulumuddin)


Kita Islam, bukan pada nama semata-mata..tapi, itulah hakikatnya yang berlaku pada hari ini.. ramai yang mengaku Islam tapi tidak beramal sebagaimana yang diperintahNya..aku juga pernah dan mungkin masih tergolong dalam itu..aku sedar..aku cuba untuk berubah..tapi, perubahan itu bukan mudah, memerlukan masa..kena sentiasa berdoa memohon hidayah dan taufik daripadanya..hidayah dan taufik apa bezanya??? ada bezanya..nak tahu? tanyalah Pak Cik Google :)
kadang, bibirku keluh pabila 'non-muslim' bertanya kepada diriku mengenai Islam.. 

"mengapa dia tidak menutup aurat, dalam islam kan wajib menutup aurat?"
"perangai dia(org Islam itu) lebih teruk daripada kami"
"pakaian mereka lebih kurang dan kadang lebih teruk dari kami"

Aku tidak berdaya untuk menidakkan apa yg dia katakan..dan tidak sanggup untuk meng'iyakan apa yang dia katakan..tetapi, hakikatnya, dia berkata ada benarnyaa..bukti ada di depan mata..dia tidak bercakap kosong semata-mata..aku akui itu..tapi, tidak semua orang seperti itu..kadang kita lihat luarannya seperti itu, tapi kita tidak pernah mengambil tahu apa di dalamnya..itulah manusia..hidup ini penuh dengan kepura-puraan..kamu tidak akan mengenal seseorang itu UNLESS kamu sudah lama tinggal 'sebumbung' dengannya!

"berkatalah jika perkara yg dikatakan itu baik, diamlah jika perkara yang dikatakan itu tidak baik.. Jaga iman melalui kata-kata yang diiringi oleh hati yang ikhlas kerana Allah SWT :)

Sempurnahkah Imanku? dia? dan kamu? 


Sunday, 2 September 2012

What is LOVE?? children say...



“Love is when you go out to eat and give somebody most of your French fries without making them give you any of theirs.” - Chrissy, age 6

“Love is what makes you smile when you’re tired.” - Terri, age 4


“Love is when my mommy makes coffee for my daddy and she takes a sip before giving it to him, to make sure the taste is OK.” - Danny, age 7

“If you want to learn to love better, you should start with a friend who you hate,”- Nikka, age 6

“Love is when you tell a guy you like his shirt, then he wears it everyday.” - Noelle, age 7

“Love is like a little old woman and a little old man who are still friends even after they know each other so well.” - Tommy, age 6

“My mommy loves me more than anybody. You don’t see anyone else kissing me to sleep at night.” - Clare, age 6

“Love is when Mommy gives Daddy the best piece of chicken.” - Elaine, age 5
“I know my older sister loves me because she gives me all her old clothes and has to go out and buy new ones.” - Lauren, age 4

“When you love somebody, your eyelashes go up and down and little stars come out of you.” - Karen, age 7

“You really shouldn’t say ‘I love you’ unless you mean it. But if you mean it, you should say it a lot. People forget.” - Jessica, age 8


Saturday, 11 August 2012

Takutlah Untuk Tidur, Menyesallah Ketika Bangun..


flexiblenya budak ni tidur...bangun3x!!!
Kita melalui hari-hari kita seperti biasa. Tidur, kemudian kita bangun untuk meneruskan hari-hari kita. Sudah berapa hari agaknya kita hidup di atas dunia ini? Kalaulah kita ini berumur 40 tahun, maka 40X365 hari = 14600 hari. Katalah kita tak pernah tidur siang, maka kita sudah 14600 kali tidur dan bangun.

Namun, dalam banyak kali kita bangun dan tidur ini, pernahkah anda rasa takut untuk tidur, dan menyesal pula ketika bangun?

Pernah? Mesti anda bertanya, Kenapa perlu takut untuk tidur, dan menyesal untuk bangun bukan?

Takutlah untuk tidur

Siapa yang memberikan anda nyawa? Kita beriman bahawa nyawa itu adalah pemberian Allah SWT. Allah boleh menariknya bila-bila masa yang Dia suka, dan kita pula tidak tahu bila Dia hendak menariknya.

Jadi, apabila setiap kali anda tidur, apakah anda boleh menjamin anda bangun keesokan harinya? Aha… itu sebabnya, saya mengajak anda untuk takut tidur.

Bayangkan, malam ini anda tidur, dan esok tidak bangun semula. Bagaimana dengan dosa-dosa anda pada hari semalam? Hutang-hutang anda yang belum berbayar? Rakan yang anda khianati dan calari hatinya? Bagaimana semua itu, jika anda tidur dan esoknya anda tidak bangun?

Pernahkah anda, sebelum melelapkan mata, bermuhasabah sebentar apa yang anda lakukan sepanjang hari? Atau anda tidur, dengan keyakinan 100% anda akan bangun keesokan harinya, lalu anda berkata: “Esok-esok lah taubat apa semua ni”

Maka tidak hairanlah, kita ini tiada peningkatan. Kerana kita sebenarnya, langsung tidak bersedia menghadapi kematian.

Menyesallah ketika bangun

Apakah perkara dalam dunia ini, kalau kita terlepaskannya, kita tidak boleh mendapatkannya semula walau apa pun cara kita gunakan?

Satu sahaja jawapannya. – Masa –

Jadi, anda bangun pagi saban hari, pernah kah anda berfikir betapa menyesalnya anda meninggalkan hari semalam? Semalam itu, walau anda kumpul segala harta dunia ini, anda tetap tidak akan mampu mengambilnya semula.

Segala keburukan kita semalam, segala kejahatan kita semalam, segala dosa-dsa kita semalam, terpahat kemas dalam semalam. Kita tidak boleh memutar semalam, untuk memadamkan semua itu.

Pernah kah anda menyesal dengan semalam yang telah berlalu apabila anda bangun?


Kenapa perlu semua ini?
Kenapa perlu takut untuk tidur, menyesal ketika bangun?


Saya sebenarnya hendak anda nampak apa itu kehidupan sebenarnya. Jangan pandang kehidupan kita ini enteng. Manusia ini, akan dihitung oleh Allah SWT. Maka, sebelum tidur anda muhasabah lah segala perbuatan anda, bila ada dosa bersegeralah taubat, ada hutang bersegeralah bayar, ada khilaf dengan teman-teman, segeralah bermaafan. Anda mungkin tiada esok.

Bila bangun, saya nak anda rasa anda telah membazirkan kehidupan anda semalam. Maka apabila Allah izinkan anda hidup pada hari baru, dengan penyesalan terhadap hari semalam yang telah anda bazirkan, maka anda akan gunakan hari baru anda dengan sebaik mungkin, tiada pembaziran seperti hari semalam. Semalam takkan kembali, yang ada pada kita hanya hari ini. Corakkannya sebaik mungkin.

Penutup
Hidup ini, untuk persediaan ke sana. Kenapa kena hargai hidup? Kerana Allah akan kira kehidupan kita ini. Kejayaan kita, hanyalah apabila kita dilepaskan dari api neraka, dan dimasukkan ke dalam syurga. Jadi, dunia ini sepatutnya kita gunakan, bukan kita dipergunakan.

Allah SWT berfirman:
“Setiap yang bernyawa akan merasai kematian, dan di akhirat sana akan disempurnakan pembalasan, siapa yang diselamatkan dari neraka, dan dimasukkan ke dalam syurga, sesungguhnya dia telah berjaya. Tiadalah kehidupan di dunia itu, melainkan kesenangan yang menipu daya” (Surah Ali-Imran ayat 185)

Jangan bazirkan hayat anda. Bersegeralah, jangan tangguh-tangguh. Hargailah, jangan anda buang-buang.


Sumber: http://www.ukhwah.com/

Friday, 10 August 2012

Kucing oh Kucing...

Saya bukanlah diantara PENCINTA KUCING...tapi, tak bermakna saya berada diantara PEMBENCI KUCING.. tak semestinya, sesuatu yang kita TAKUT kita BENCI dan tak semestinya yang kita yang kita SAYANG kita CINTA...kan???
begitu juga kita sebagai hamba ALLAH, kita takut padaNya tapi adakah kita BENCI padaNya?? tidak kan..begitu juga dengan kucing..walaupun kau secomel mana, aku tetap tiada keberanian utk meNyentuhmu...bukan saya benci..tapi, saya takuttt... RUPA paras bukan segala-galanya..

Malam ni, dekat kedai kopi E...traffic jem gara-gara KUCING.. seandainya kucing ini reti nak baca...mesti BANGGA..alahaiii..mohon sekolah untuk kucing seantero dunia ditubuhkan..hahahha!! ramainya pencinta kucing..esok pakat-pakat buat demonstrasi kucing ya... "KAMI PENCINTA KUCING".. yang dulu post pasal aduan kucing tu diam menyepi..tak boleh salahkan dorang 100% wahai pencinta kucing..kita sebagai manusia kena saling memahami..saling hormat menghomati dan saling berbelas kasihan sesama makhluk..dan sentiasalah "BERSANGKA BAIK"

Diantara gambar-gambar kucing di asramaku...
kucing ni siap upload gambar dalam fesbuk kot..
dah moden dah kucing sekarang..pandai main FB..TWITTER...
HAHAHHAHAH :D

kucing : sampai hati korang buang saya..(dalam keadaan menangis)
sebab tu saya tak heran, kenapa manusia berani buang bayi sendiri..
manusia : wahai kucing, bersangka baiklah..insyaAllah, awak akan pindahkan
di suatu tempat yang lebih baik..sama-sama kita berdoa ya :)
A : Kucing ni tak tido atas katil pun..
B : Dia tidur atas katil org yang bniat jahat je..
"Apa salahku padamu sampai kau sanggup buangku ke Pantai Sabak?
Nak suh pergi latihan renang ke suh p tanding kat Olympic 2016 kat Rio?" Katherina Si Comel.
kucing blok A tengah merenung masa depan...
kucing : kemanalah aku nak mencari rezeki pah ni??

let me in!!!! please...i'm begging u....
Alahai..esok..bagaimana agaknya nasibmu wahai kucing..maafkan saya..tak mampu untuk berbicara..saya bukan diantara PENCINTA KUCING bahkan bukan PENCIPTA KUCING.. saya berpegang kepada satu prinsip.."sebelum berbicara kena bertindak".. tapi, manusia sekarang lebih memilih untuk BERBICARA..tapi, TIADA TINDAKAN.. how come? kita berbicara kena selari dengaan tindakan..apa kata, kita semua terus DIRECT 2 THE POINT! maksudnya, fikirkan jalan penyelesaian utk kucing-kucing ni..huhhhh! macam mana ya??? kalau kucing ni susah nak berubah..kita sebagai manusia lah yang kena berubah.. contoh, kalau kucing tu suka ganggu..masuk dalam bilik..kencing.. apa kata, kita pastikan pintu bilik kita sentiasa TERTUTUP..selain itu.. kita boleh juga biasakan kucing2x ni bagi makanan kat satu tempat..mungkin pada awalnya, mereka tak biasa..tapi, lama kelamaan..mereka akan TERBIASA.. Kesimpulannya, kucing dan manusia kena ada satu connection..saling memahami dan saling bantu membantu..


Cadangan untuk DEMONSTRASI esok!! 
"KAMI PENCINTA KUCING"

im sory kucing..sy hanya mampu bdoa utk kesejahteraan kamu d tempat baru..take care!
kucing A : u tak tau ka? esok petang OPS KUCING..
kucing B : OPS KUCING tu apa???
kucing A : =='
HENTIKAN OPS KUCING!!!!
Siapalah saya pada kamu tidak penting..tapi, siapa kamu pada saya yang penting..
(dalam keadaan menangis)

Kenapa saya takut kucing??? *lari topik

saya takut sebenarnya dengan kucing ni..tapi, kucing ni comel kan? kenapa nak takut Julianah?? hmm...dah lumrah manusia kot..heheh..saya harap, ada teman pencinta kucing..so, dia bolehlah memenuhi apa yg saya tak suka... dalam nak memilih teman ni..kebanyakan orang suka yang SEHATI SEJIWA dengan dorang..tapi, tak dengan saya.. saya lebih suka seseorang yang sehati tapi tak sejiwa..maksudnya, saya nak apa yang tiada dalam diri ini, ada pada dia..faham tak? bukan ertinya, saya ada mata..dia kena tiada mata..saya ada hati dia kena tiada hati..saya tiada hati dia kena ada hati..saya tiada otak dia kena ada otak..TAKKK! lets fikir secara matang n rasional..hahah! matang ka? hmm..maksudnya di sini..bila saya tiada sesuatu, dia boleh beri sesuatu..sweet kan? ehehe..perasan! saya dengan kawan-kawan bolehlah saling memenuhi antara satu sama lain.. baru SEMPURNA :) tak gitu???


TERLUPA SEJENAK.......
alahaiiii...kita duk sibuk fikir pasal kucing..lupakah SAYA, kamu dan dia pada saudara seislam kita kat ROHINGYA, SYRIA, PALESTIN, BURMA dan ..... yang lebih memerlukan bantuan kita???? astaghfirullalazim....meh jenguk sebentar mengenai keadaan kat sana..sama-sama kita berdoa...:)


"Bangunlah Dunia Islam...bangunlah seluruh umat Islam... Syria, Palestin, Kashmir, Chechnya, Kosovo, Bosnia dan kini Rohingya Myanmar... satu persatu negara umat Islam dilanyak...kita berada di peringkat akhir zaman yang mana dunia disekeliling kita penuh fitnah.. Ada umat Islam dan pemimpin Islam tidak boleh membezakan antara baik dan buruk.... Di manakah kuasa politik umat Islam... Di manakah kuasa ekonomi umat Islam, di manakah kuasa keilmuan umat Islam,.. Dimanakah semangat persaudaraan sesama umat Islam.. Siapakah yang perlu menolong umat Islam? Yang paling-paling terutamanya mestilah Umat Islam sendiri lah yang menolong umat Islam... dan pemimpin umat Islam...Teruskan berdoa kepada Allah swt..."

p/s : maafkan saya sekiranya menimbulkan kesensitifan dalam diri anda mengenai soal kucing.. ambil yang jernih buang yang keruh..#sekian

Wednesday, 8 August 2012

Tiada Panggilan Yang Lebih Penting...

Aku sendiri lagi tapi kini dengan 'Have A little Faith' di tangan. Mungkin secara fizikalnya, aku sedang membaca, namun, fikiran aku jauh menerawang memikirkan kisah pahit manis kehidupan.

Dari jauh aku terlihat seorang gadis yang berpakaian menjolok mata melemparkan pandangannya ke arah tasik buatan yang menjadi pusat universiti swasta ini. Sambil itu, matanya asyik mengerling iPhone di tangan. Menunggu seseorang atau suatu panggilan, kah? Mungkin.

Perhatian aku tertumpu pula kepada seorang lelaki di kiri ku yang sedang khusyuk membaca tafsir Al-Quran. Lama aku memerhatikan jejaka itu. Mukanya bersih, sedap mata memandang. Bunyi bising di sekeliling langsung tidak diendahkan. Berhati-hati dia menutup tafsir itu dan meletakkannya di atas meja lantas melihat jam di tangan. Menunggu seseorang juga, kah? Ya, mungkin.

Aku tersenyum kembali menatap buku yang sedang dibaca sebentar tadi. Leka membaca, aku disedarkan dengan bunyi laungan azan menandakan masuknya waktu solat fardhu Asar. Perhatian kembali tertumpu kepada dua hamba Allah tadi. Kedua-duanya bangun dan masing-masing berjalan ke arah surau universiti. Aku tersenyum lagi tapi kali ini dengan senyuman penuh makna.

Subhanallah, hebat sungguh panggilanMu itu. Subhanallah, besar sungguh nikmat panggilanMu itu. Tidak kira siapa pun, bila, di mana, panggilan itu pasti dan mesti menjadi prioriti utama kami sebagai hambaMu. Berkopiah atau berpakaian menjolok mata bukan alasan untuk mengabaikan panggilan itu.

Panggilan agung yang mengajak kami sujud kepadaMu. Panggilan agung yang mengajak kami untuk berdoa dan mengucapkan kata syukur atas segala nikmatMu. Panggilan agung yang mendekatkan diri kami dengan Mu. Panggilan yang agung yang perlu dijawab demi meraih cintaMu yang satu. Panggilan agung yang mengingatkan kami tentang kehadiranMu yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun dan Maha Adil.



- Artikel iluvislam.com

Sunday, 5 August 2012

Bercinta Sebelum Nikah : Apa kata Ketua Ulama Sedunia?

"Ada yang kata 'bercinta' boleh. Ada yang kata tak boleh. Mana satu ni?"

"Ada yang kata 'bercinta' dengan niat nak kahwin, boleh. Betulkah?"

"Ada yang kata penting bercinta sebelum kahwin. Ada yang sebaliknya. Mana satu ni?"

Apa Itu Cinta??
Kamus Dewan, Edisi 4 (2007) mendefinisikan bercinta  itu ialah menaruh rasa cinta  dan berasa rindu. Begitu juga Kamus Lisaanul Arab. 
Masyarakat kita pula rata-rata memahaminya sebagai komitmen sepasang kekasih. lebih terperinci, masyarakat akan menamakan seseorang sedang bercinta apabila :
  • Terlalu kerap SMS pasangannya walaupun tiada keperluan.
  • Selalu bergayut di telefon meskipun tiada urusan.
  • Selalu mengatur pertemuan walaupun tiada mahram.
  • Berpegangan tangan.
  • Membonceng motor bersama.
  • Menaiki kereta berdua-duaan kecuali teksi
  • keluar tengok wayang bersama-sama.
  • Keluar menyanyi dan menari.

Jadi apa sebenarnya makna 'Bercinta'?
Mengikut 'manhaj' para ulama yang bijaksana, makna sebenar suatu pengungkapan bukan pada makna sebenar tapi berdasarkan hakikat atau inti pati benda yang dinamakan itu. Kaedah menyebut, " Al-Ibrah bilmusammayaat laisat bil asma." Maksudnya, kita mengambil kira hakikat di sebalik nama, bukannya nama.
   Para ulama tidak mudah terpedaya dengan maksud lafaz andai masyarakat memahami dan menterjemahkan secara berlainan. Contohnya, andai sesuatu perkara itu lafaznya buruk seperti 'hotdog'. Namun hakikatnya baik iaitu daging yang enak. Maka, 'hotdog' dikira baik sebab hakikatnya baik. Contoh yang lain, andai sesuatu perkara itu lafaznya baik seperti 'bunga' atau 'faedah'. Namun hakikatnya, buruk itu riba. Maka 'bunga' atau 'faedah' itu dikira buruk sebab hakikatnya buruk.
      Manakala, andai sesuatu perkara itu lafaznya meragukan seperti 'bercinta'. Hakikatnya ditentukan oleh kefahaman kumpulan sasaran. Berdasarkan pengamatan kasar penulis, rata-rata di Malaysia, orang menyebut lafaz 'bercinta' itu dengan memahami hakikatnya sebagai 'berpacaran. (Sila rujuk "apa  itu Cinta" menurut masyarakat kita) anda rasa, hakikatnya baikkah atau buruk???

faham tak???

Maka, 'bercinta yang dibincangkan di sini, bukan sekadar memiliki perasaan cinta. Itu fitrah. Jika tidak diuruskan dengan panduan wahyu, ia sekelip mata boleh bertukar menjadi fitnah. 'Bercinta yang dimaksudkan dalam perbincangan ini ialah inti pati atau hakikat bagaimana cara masyarakat menguruskan cinta mereka. Bukankah secara umumnya, lebih menghampiri fitnah? bahkan zina?
Al-Imam Hassan al-Banna apabila ditanya tentang hukum 'bercinta', beliau memberikan jawapan yang bijaksana. Mengambil kira kefahaman masyarakat yang pelbagai ini. Kata beliau, "Bercinta secara halal itu halal. Bercinta secara haram itu haram." 

Apa kata ulama muktabar tentang 'bercinta' sebelum nikah?

Prof, Syeikh Dr. Yusuf al-Qaradhawi yang terkenal dengan dakwah menyeruh kepada pandangan moderat menerangkan manhajnya, " Menjadi kewajiban ke atas kita agar beriltizam dengan petunjuk terbaik iaitu petunjuk yang dibawa oleh Muhammad SAW, para khulafa' rashidun serta para sahabat Baginda yang memperoleh hidayah, yang telah diarahkan oleh Baginda SAW agar mengikuti sunnah mereka dan memegangnya dengan kukuh, jauh dari cara Barat yang terlalu bebas dab cara Timur yang terlalu ketat."

al-Imam Hassan al-Banna berpesan, "Walaupun seorang lelaki atau wanita mendampingi pasangannya dua puluh tahun sekalipun tetap dia tidak akan mengenalinya. Ini kerana ia akan cuba menyembunyikan keaibannya (zahir dan batin). Selepas berkahwin, barulah keaiban tersembunyi itu akan terserlah." (Hadis al-Sulasa')




-Sumber dari novel "Cinta High Class"-


Friday, 3 August 2012

"Kami Couple, tapi Islamic Way.."


Kisahnya mengenai 3 org, Syafiq, Sakinah dan Muhammad. Syafiq dan Sakinah sama-sama belajar di SMA Permai. Beberapa lama kemudian, Syafiq jatuh hati pada keayuan Sakinah. Matanya mengalahkan Zinnirah. Wajahnya berseri-seri dengan cahaya keimanan. Pergh!! Cantik sangatlah jika nak diceritakan. Tetapi, Syafiq cuba tahan. Dia tidak boleh meluahkan perasaan dia pada Sakinah sebab... nanti takut kena tangkap dengan ajk pencegah maksiat sekolah.

Beberapa tahun berlalu... Akhirnya, mereka mendapat tempat di universiti yang sama. Syafiq sudah tidak mampu bertahan. Dia mengatur langkah dan akhirnya, Sakinah tewas pada pujuk rayunya. Walaubagaimanapun, mereka ini sedar yang mereka orang Islam. Islam tidak membenarkan umatnya ber’couple’. Jadi mereka berpakat yang mereka ini hendak membuat satu revolusi dalam couple. "COUPLE ISLAMIC". Asal keluar, pergi tempat terbuka. Tak mainlah tempat gelap-gelap ni. Bukan itu sahaja, Sakinah kena pakai tudung labuh. Syafiq pula pakai serban dan jubah. Lepas itu mereka keluar bukan membuang masa, keluar bawa Al-Quran. Berhenti di kedai makan, tadarrus lagi. Jalan pula, mana ada pegang-pegang tangan, mereka ikut cara Nabi Musa. Lelaki di depan, perempuan di belakang. Bila balik rumah, missed call pagi-pagi. Suruh qiamullail. Hah! kan Islamic punya couple tu.

Setelah setahun mengamalkan taktik sedemikian, Syafiq ditakdirkan bertemu dengan Muhammad. Ketika itu Syafiq dan Sakinah sedang bertadarrus di RFC. Muhammad tiba-tiba datang menghampiri mereka kerana tiada tempat duduk. Bila duduk, Muhammad bertanya, "Have you married?". "No.", jawab Sakinah. "So, why you sit together with this ajnabi alone here", tanya Muhammad. "Kami couple, tapi Islamic way" jawab Syafiq. Muhammad hanya tersenyum mendengar jawapan itu. Muhammad pun memulakan ceritanya.

"Aku ni muallaf. Asal dulu aku kristian. Tinggal kat Singapore. Dulu, aku suka sangat makan babi. Kalau sehari tak makan, pengsan aku. Pernah sekali mak aku terlupa beli babi, aku masuk wad malam tu. Tetapi, Alhamdulillah, Allah buka pintu hati aku untuk terima hidayah-Nya. Bila aku masuk Islam, aku dapat tahu, dalam Islam tak boleh makan babi. Aduh, pening kepala aku. Macam mana aku nak buat ni??? Seminggu aku masuk hospital lepas masuk Islam. Kalau zaman Rasulullah dulu ada peringkat-peringkat dia. Tapi aku…mana ada. Jadi, time kat hospital tu aku fikir. Akhirnya, aku jumpa satu jalan keluar. Aku nak Islamkan babi tu. Aku beli seekor anak babi. Dari kecik aku jaga dia. Seekor lalat pun aku tak bagi dekat. Setiap jam aku mandikan dia. Lepas 3 hari, aku bisikkan kat telinga dia dua kalimah syahadah. Lepas tu, tiap-tiap hari aku bagi tazkirah kat babi tu. Asal dia berak aku vacuum terus. Camnilah kehidupan aku dan babi tu buat 2 tahun. Lepas dua tahun, masa yang ditunggu-tunggu tiba. Masa untuk sembelih babi ni. Tengok-tengok babi ni takde leher. Tapi, lantaklah. Aku tibai je sebab dah 2 tahun tak makan babi ni. Lepas tu, aku pun masak la bakut teh. Tengah-tengah makan, nampak seorang ustaz tengah jalan-jalan. Muka macam lapar je. Aku pun ajak la dia makan. Ustaz!!! jom makan. Babi Islam nih.”

Bila terdengar kisah itu, Syafiq dan Sakinah pun sedar. Kalau benda itu haram, ia tetap haram. Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas...


Kisah cinta islamik ni lebih baik jika dibanding dengan cinta-cinta kat luar tu..Apapun, Yang HARAM tetap akan HARAM walau kita cuba apa cara sekalipun untuk mengHALALkannya.. 

p/s : peringatan untuk diri saya sendiri terutamanya. Wallahua'lam.


Monday, 30 July 2012

13 Perkara Perempuan Perlu Jaga?


Patuhkah SAYA, anda dan dia dengan semua RULES ini??


1. Bulu kening
Menurut Bukhari, Rasullulah melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening – Petikan dari Hadis Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari.

2. Kaki (tumit kaki) semacam hantu loceng
Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan – Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31. Keterangan : Menampakkan kaki dan menghayunkan/ melenggokkan badan mengikut hentakan kaki terutamanya pada mereka yang mengikatnya dengan loceng…sama juga seperti pelacur dizaman jahiliyah

3. Wangian
Siapa sahaja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zinanya terutamanya hidung yang berserombong kapal kata orang sekarang hidong belang – Petikan dari Hadis Riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban.

4. Dada
Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi bahagian hadapan dada-dada mereka – Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31.

5. Gigi
Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya – Petikan dari Hadis Riwayat At-Thabrani, Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan Allah – Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.

6. Muka dan leher
Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasan mu seperti orang jahilliah yang dahulu. Keterangan : Bersolek (make-up) dan menurut Maqatil sengaja membiarkan
ikatan tudung yang menampakkan leher seperti orang Jahilliyah.

7. Muka dan Tangan
Asma Binte Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecu ali pergelangan tangan dan wajah saja – Petikan dari Hadis Riwayat Muslim dan Bukhari.

8. Tangan
Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya – Petikan dari Hadis Riwayat At Tabrani dan Baihaqi.

9. Mata
Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pemandangannya – Petikan dari Surah An Nur Ayat 31.

Sabda Nabi Muhamad SAW, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama sahaja manakala pandangan seterusnya tidak dibenarkan hukumnya haram – Petikan dari Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi.




10. Mulut (suara)
Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik – Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 32.

Sabda SAW, Sesungguhnya akan ada umat ku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, iaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi – Petikan dari Hadis Riwayat Ibn Majah.

11. Kemaluan
Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka – Petikan dari Surah An Nur Ayat 31.

Apabila seorang perempuan itu solat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam Syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya – Hadis Riwayat Riwayat Al Bazzar.

Tiada seorang perempuan pun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah – Petikan dari Hadis Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah.



12. Pakaian
Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan terutama yang menjolok mata , maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti – Petikan dari Hadis Riwayat Ahmad, Abu D , An Nasaii dan Ibn Majah.

Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 59. Bermaksud : Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah diken ali . Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang.

Sesungguhnya sebilangan ahli Neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk Syurga dan tidak akan mencium baunya – Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim. Keterangan : Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.



13. Rambut
Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam Neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya – Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.


-penpatah.blogspot.com-

Thursday, 26 July 2012

Allah kan ada?



Bila manusia berkata yang tidak baik tentang kita…
Memang kita akan terluka.
Memang kita akan terasa.
Memang kita akan sakit.
Memang kita akan merana.
Memang kita akan menderita.


Tapi, cuba fikir satu persatu.
Adakah apa yang mereka katakan itu seratus peratus benar tentang kita?
Enak sangatkah ‘cerita’ mereka itu sehingga orang lain akan mempercayainya membuta tuli?
Sejauh mana kebenaran dalam kata-kata yang tidak baik itu terhadap kita?
Rasa-rasa, sampai bila orang-orang sebegitu akan bertahan untuk terus dan terus memperkatakan tentang kita?
Mereka itu tiada salah ke sehingga asyik melihat salah orang lain?

Mereka itu adalah manusia. Manusia adalah hamba Allah. Tiada satu manusia pun yang sempurna melainkan Baginda SAW.
Manusia ini sering diliputi dosa sama ada disedari atau tidak disedari, disengajakan atau tidak sengaja.
Dan setiap manusia itu memang ada kekurangan dan kelemahan. Begitu juga dengan kelebihan.
Tapi, kekurangan itu perlu dibaiki. Kelebihan itu perlu disyukuri. Ingat sentiasa bahawa kekurangan manusia perlu kita terima.

Kerana apa? Kerana kita manusia. Kita semua adalah sama. Taraf kita sama. Takkan melebihi sesiapa.
Terima kekurangan itu. Jalan terbaik adalah berdiam diri. Dan doakan mereka-mereka itu.
Semoga Allah melimpahi nur dan hidayahNya untuk mengupgrade kekurangan tersebut ke arah kebaikan.

Itu kisah ‘mereka yang lain.’ Kisah kita? Kita yang menghadapi kata-kata tidak baik itu, bagaimana pula?
Muhasabah diri semula. Apa yang kita buat selama kita hidup ini, sebab orang-orang yang berkata itu ke?
Atau sebenarnya, kita buat sesuatu itu kerana Allah semata-mata?
Hidup kita ini berpaksikan kepada siapa sebenarnya? Allah atau manusia?
Kita ini ingin dapatkan redha Allah atau redha manusia?
Kalau kita nak berubah sesuatu ke arah kebaikan, kita perlu minta kekuatan dari Allah atau hamba Allah?
Niat kita sepanjang hidup ini adalah apa? Think deeply.

Allah yang mencipta kita. DIA yang menghidupkan roh kita. DIA yang berkuasa atas sesuatu. DIA Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi. DIA adalah Tuhan kita. Hanya DIA yang layak disembah.
Jadi, alasan apa yang kita ingin gunakan untuk melakukan sesuatu tanpa berniatkan Lillahi Ta’ala?
Inna a’malu binniat – Sesungguhnya, segalanya bergantung kepada niat. Apa yang kita lakukan hendaklah dipasang dengan niat kerana Allah. Apa-apapun, yang pertama tetap Allah.


“Kenapa perlu kecewa apabila ada orang negatif dengan kita? Apakah kita bekerja kerana mereka?” – Hilal Asyraf

Apa yang kita dapat melalui kata-kata penulis terkenal ini? Fikir, tanya hati kita sendiri. Tujukan persoalan itu terhadap diri kita sendiri. Hidup kita ini perlu sentiasa bermuhasabah. Fikir, fikir dan fikirkan sesuatu itu secara positif dan berhikmah.

Pujuklah hati. Jangan biarkan hati itu terus merana kerana kata-kata tidak baik dari mereka.
Sabarlah. Allah itu bersama orang-orang yang sabar.
Setiap satu yang berlaku pasti ada hikmah. Hikmah itu rahsia DIA.
Kita mencari dan menanti dengan doa. Sesungguhnya, doa itu senjata mu’min.
Ingatlah. Kita lebih tahu siapa diri kita. Tapi, mereka tidak.
Kita lebih faham diri kita. Mereka tidak.
Kita lebih kenal diri kita. Mereka tidak.
Dan yang paling penting, Allah itu lebih memahami kita. DIA faham kita lebih daripada apa yang kita faham tentang diri kita.
Jadi, perlukah kita putus asa atas rahmat Allah?
Allah itu ada. Jangan sia-siakan kewujudan Tuhan Yang Maha Adil itu.
Kita hamba DIA. Serahkanlah diri padaNya.
DIA Pengubat Kelemahan. DIA jugalah Pemberi Kegembiraan.
Ketenangan itu ada pada DIA. Perlu ke kita untuk tidak mencari?

“If Allah is your friend, who dares to be your enemy?”

Pujuklah hati kita dengan katakan ‘Allah kan ada?’ ^_^

Wallahualam.


-http://www.ilmi-islam.com-

                                                             "SMILE FOR SHARE"